Category: Facebook

[HOAKS] Wapres Kita Berdosa Jika Melihat Tetangga Kelaparan Tapi Pemimpin Tidak Berdosa Kalau Rakyatnya Kelaparan
Sebuah akun media Facebook diketahui mengunggah gambar tampilan layar dari media daring Republika berupa artikel berjudul “Wapres Kita Berdosa Jika Melihat Tetangga Kelaparan Tapi Pemimpin Tidak Berdosa Kalau Rakyatnya Kelaparan” yang ditulis oleh Reporter, Fauziah Mursid dengan Redaktur, Muhammad Hafil pada Selasa, 28 April 2020, Pukul 13.31 WIB.
[HOAKS] Warga Positif Covid-19 di Batakan Tanah Laut Meninggal
Sebuah akun media sosial Facebook mengunggah informasi bahwa seorang warga Desa Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan yang terjangkit Virus Corona meninggal dunia.
[DISINFORMASI] Video Prosedur Pengangkatan Dahak Pasien Covid-19 dengan Ventilator
Beredar sebuah video di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang pasien sedang dalam perawatan medis. Tenggorokan pasien tersebut dibuatkan lubang kemudian dimasukan selang. Pengunggah dalam narasinya mengklaim peristiwa dalam video tersebut merupakan langkah-langkah atau prosedur pengangkatan dahak pasien Covid-19 dengan ventilator.
[DISINFORMASI] Ambulans Buang Jenazah Ke Semak Belukar
Beredar sebuah postingan di media sosial dengan narasi "Ya allah terjadi pembuangan mayat. Tempat pembuangan masih diselidiki oleh aparat kepolisian". Postingan tersebut disertai foto-foto ambulans dan beberapa orang yang tampak mengurus jenazah di sebuah area penuh semak belukar.
[DISNFORMASI] Baru Sekali Ini Seorang Gubernur Mendapat Kunjungan 40 Duta Besar
Beredar sebuah tangkapan layar foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan beberapa orang di media sosial Facebook. Unggahan tersebut disertai narasi, “Sejak Indonesia merdeka hingga sekarang, baru sekali ini seorang GUBERNUR mendapat kunjungan 40 Duta besar di dunia, tanpa di undang….". Pengunggah juga menambahkan pertanyaan “KAN #AniesKeren ????,” pada unggahannya.
[DISINFORMASI] Puisi dari Tahun 1919 yang Berisi Tentang Pandemi
Telah beredar sebuah puisi di media sosial yang diklaim ditulis oleh Kathleen O'Mara pada tahun 1919. Puisi tersebut berisi mengenai Pandemi dan Social Distancing di masyarakat saat terjadinya wabah. Puisi tersebut beredar luas di media sosial dan dikaitkan dengan Pandemi Virus Corona saat ini. Postingan yang beredar diiringi dengan narasi awal "Sejarah berulang. Datang melintasi puisi ini yang ditulis pada tahun 1869, dicetak ulang selama 1919 Pandemi".